Selasa, 03 Maret 2009

Ayam Pedaging

I. Pendahuluan
Ayam Pedaging (Broiler) adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7 minggu). Broiler mempunyai peranan yang penting sebagai sumber protein hewani asal ternak. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu peningkatan produktivitas, kuantitas, kualitas dan efisiensi usaha peternakan ayam broiler secara alami (non-Kimia).

II. Pemilihan Bibit
Bibit yang baik mempunyai ciri : sehat dan aktif bergerak, tubuh gemuk (bentuk tubuh bulat), bulu bersih dan kelihatan mengkilat, hidung bersih, mata tajam dan bersih serta lubang kotoran (anus) bersih

III. Kondisi Teknis yang Ideal
a. Lokasi kandang
Kandang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, mudah dicapai sarana transportasi, terdapat sumber air, arahnya membujur dari timur ke barat.
b.Pergantian udara dalam kandang.
Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi, ventilasi kandang harus baik.
c.Suhu udara dalam kandang.
Suhu ideal kandang sesuai umur adalah :

Umur (hari) Suhu ( 0C )
01 - 07 34 - 32
08 - 14 29 - 27
15 - 21 26 - 25
21 - 28 24 - 23
29 - 35 23 - 21

d.Kemudahan mendapatkan sarana produksi
Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan poultry shop atau toko sarana peternakan.

IV. Tata Laksana Pemeliharaan
4.1 Perkembangan
Tipe kandang ayam Broiler ada dua, yaitu bentuk panggung dan tanpa panggung (litter). Tipe panggung lantai kandang lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah, tidak memerlukan alas kandang sehingga pengelolaan lebih efisien, tetapi biaya pembuatan kandang lebih besar. Tipe litter lebih banyak dipakai peternak, karena lebih mudah dibuat dan lebih murah.
Pada awal pemeliharaan, kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan, sehingga energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya untuk pertumbuhan, bukan untuk produksi panas tubuh. Kepadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah 8-10 ekor/m2, lebih dari angka tersebut, suhu kandang cepat meningkat terutama siang hari pada umur dewasa yang menyebabkan konsumsi pakan menurun, ayam cenderung banyak minum, stress, pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit.

4.2. Pakan
- Pakan merupakan 70% biaya pemeliharaan. Pakan yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG) tinggi. Pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi).
- Apabila menggunakan pakan dari pabrik, maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam, yang dibedakan menjadi 2 (dua) tahap. Tahap pertama disebut tahap pembesaran (umur 1 sampai 20 hari), yang harus mengandung kadar protein minimal 23%. Tahap kedua disebut penggemukan (umur diatas 20 hari), yang memakai pakan berkadar protein 20 %. Jenis pakan biasanya tertulis pada kemasannya. -Penambahan POC NASA lewat air minum dengan dosis 1 - 2 cc/liter air minum memberikan berbagai nutrisi pakan dalam jumlah cukup untuk membantu pertumbuhan dan penggemukan ayam broiler.
- Dapat juga digunakan VITERNA Plus sebagai suplemen khusus ternak dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari, yang mempunyai kandungan nutrisi lebih banyak dan lengkap.
- Efisiensi pakan dinyatakan dalam perhitungan FCR (Feed Convertion Ratio). Cara menghitungnya adalah, jumlah pakan selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam yang dipanen.

Contoh perhitungan :
Diketahui ayam yang dipanen 1000 ekor, berat rata-rata 2 kg, berat pakan selama pemeliharaan 3125 kg, maka FCR-nya adalah :
Berat total ayam hasil panen =
1000 x 2 = 2000 kg
FCR = 3125 : 2000 = 1,6
Semakin rendah angka FCR, semakin baik kualitas pakan, karena lebih efisien (dengan pakan sedikit menghasilkan bobot badan yang tinggi). Penggunaan POC NASA atau VITERNA Plus dapat menurunkan angka FCR tersebut.

4.3. Vaksinasi
Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami. Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND/tetelo. Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.

4.4. Teknis Pemeliharaan
- Minggu Pertama (hari ke-1-7). Kutuk/DOC dipindahkan ke indukan atau pemanas, segera diberi air minum hangat yang ditambah POC NASA dengan dosis + 1 - 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis + 1 cc/liter air minum/hari dan gula untuk mengganti energi yang hilang selama transportasi. Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13 gr atau 1,3 kg untuk 100 ekor ayam. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal, pada prakteknya pemberian tidak dibatasi. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan berbentuk butiran-butiran kecil (crumbles).
- Mulai hari ke-2 hingga ayam dipanen air minum sudah berupa air dingin dengan penambahan POC NASA dengan dosis 1 - 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari (diberikan saat pemberian air minum yang pertama). Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada hari ke-4.
- Minggu Kedua (hari ke 8 -14).
Pemeliharaan minggu kedua masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama, meskipun lebih ringan. Pemanas sudah bisa dikurangi suhunya. Kebutuhan pakan untuk minggu kedua adalah 33 gr per ekor atau 3,3 kg untuk 100 ekor ayam.
- Minggu Ketiga (hari ke 15-21).
Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik. Kebutuhan pakan adalah 48 gr per ekor atau 4,8 kg untuk 100 ekor. Pada akhir minggu (umur 21 hari) dilakukan vaksinasi yang kedua menggunakan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air minum. Jika menggunakan air minum, sebaiknya ayam tidak diberi air minum untuk beberapa saat lebih dahulu, agar ayam benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air mengandung vaksin sebanyak-banyaknya. Perlakuan vaksin tersebut juga tetap ditambah POC NASA atau VITERNA Plus dengan dosis tetap.
- Minggu Keempat (hari ke 22-28).
Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat. Pada umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam. Pertumbuhan yang normal
mempunyai berat badan minimal 1,25 kg. Kebutuhan pakan adalah 65 gr per ekor atau 6,5 kg untuk 100 ekor ayam. Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.
- Minggu Kelima (hari ke 29-35).
Pada minggu ini, yang perlu diperhatikan adalah tatalaksana lantai kandang. Karena jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi, perlu dilakukan pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap kering. Kebutuhan pakan adalah 88 gr per ekor atau 8,8 kg untuk 100 ekor ayam. Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot badan dengan pertumbuhan baik mencapai 1,8 - 2 kg. Dengan bobot tersebut, ayam sudah dapat dipanen.
- Minggu Keenam (hari ke-36-42).
Jika ingin diperpanjang untuk mendapatkan bobot yang lebih tinggi, maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan. Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg.

4.5. Penyakit
Penyakit yang sering menyerang ayam broiler yaitu :
- Tetelo (Newcastle Disease/ND)
Disebabkan virus Paramyxo yang bersifat menggumpalkan sel darah. Gejalanya ayam sering megap-megap, nafsu makan turun, diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat. Setelah 1 - 2 hari muncul gejala syaraf, yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir dan ayam berputar-putar yang akhirnya mati. Ayam yang terserang secepatnya dipisah, karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, maka untuk mengurangi kematian, ayam yang masih sehat divaksin ulang dan dijaga agar lantai kandang tetap kering.
- Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD)
Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus golongan Reovirus. Gejala diawali dengan hilangnya nafsu makan, ayam suka bergerak tidak teratur, peradangan disekitar dubur, diare dan tubuh bergetar-getar. Sering menyerang pada umur 36 minggu. Penularan secara langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui pakan, air minum dan peralatan yang tercemar. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan vaksin Gumboro.
- Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease)
Merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum Gejala yang nampak adalah ayam sering bersin dan ingus keluar lewat hidung dan ngorok saat bernapas. Pada ayam muda menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-keputihan. Penularan melalui pernapasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat-obatan yang sesuai.
- Berak Kapur (Pullorum).
Disebut penyakit berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur. Disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum.
Kematian dapat terjadi pada hari ke-4 setelah infeksi. Penularan melalui kotoran. Pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, yang sebaiknya dilakukan adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.
Infeksi bibit penyakit mudah menimbulkan penyakit, jika ayam dalam keadaan lemah atau stres. Kedua hal tersebut banyak disebabkan oleh kondisi lantai kandang yang kotor, serta cuaca yang jelek. Cuaca yang mudah menyebabkan ayam lemah dan stres adalah suhu yang terlalu panas, terlalu dingin atau berubah-ubah secara drastis. Penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus sukar untuk disembuhkan. Untuk itu harus dilakukan sanitasi secara rutin dan ventilasi kandang yang baik. Pemberian POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ayam, ketahanan tubuh ayam, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran. Untuk hasil lebih optimal, pemberian POC NASA dapat dicampur dengan Hormonik dosis 1 botol POC NASA dicampur dengan 1-2 tutup botol Hormonik, atau 1 botol POC NASA dicampur dengan 2-4 kapsul Asam Amino. Dapat juga menggunakan VITERNA Plus yang merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan :
1. Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam, pembentukan darah dan lain-lain.
2. Asam-asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine, Methionine , Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai penyusun protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh
3. Vitamin-vitamin lengkap, yaitu A, D, E, K, C dan B Komplek untuk kesehatan dan ketahanan tubuh.

4.6. Sanitasi/Cuci Hama Kandang
Sanitasi kandang harus dilakukan setelah panen. Dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran limbah budidaya sebelumnya. Tahap kedua yaitu pengapuran di dinding dan lantai kandang. Untuk sanitasi yang sempurna selanjutnya dilakukan penyemprotan dengan formalin, untuk membunuh bibit penyakit. Setelah itu dibiarkan minimal selama 10 hari sebelum budidaya lagi untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri, yang tidak mati oleh perlakuan sebelumnya.

budidaya strowberi


PENDAHULUAN
Prospek agribisnis strowberry di Indonesia cukup cerah dilihat dari daya serap pasar dan permintaan dunia dari tahun ke tahun meningkat.
Dengan semangat ramah lingkungan PT. Natural Nusantara berperan dalam meningkatkan Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian terhadap lingkungan pada budidaya strowberi ini.

SYARAT PERTUMBUHAN
Lama penyinaran matahari 8 - 10 jam hari. Curah hujan berkisar 600 700 mm pertahun. Suhu udara optimum antara 17°C - 20°C dan suhu udara minimum antara 4°C - 5°C dengan kelembaban udara 80% - 90%.Ketinggian tempat yang ideal antara 1000-2000 m dpl

PENGOLAHAN LAHAN
Sebelum lahan dibajak digenangi air lebih dahulu semalam. Keesokan harinya dilakukan pembajakan sedalam sekitar 30 cm, setelah itu tanah dilakukan pengeringan baru dihaluskan.

PEMBENTUKAN BEDENGAN
Bentuk bedengan dengan ukuran lebar 80-120 cm, tinggi 30 - 40 cm, jarak antar bedengan 60 cm, panjang menyesuaikan keadaan lahan.

PENGAPURAN
Berikan dolomit sekitar 100-200 kg per 1000 m2 sesuai kondisi lahan.

PEMUPUKAN DASAR
Taburkan pupuk UREA 20 kg + TSP 25 kg + KCl 10 kg dan Pupuk kandang 2-3 ton dalam 1000 m2. POC NASA disiramkan 30-60 tutup/1000 m2 ditambahkan air secukupnya. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik, POC NASA diganti SUPERNASA caranya yaitu 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter sebagai larutan induk, kemudian ambil 50 liter air dan tambahkan 200 cc larutan induk tadi.Setelah itu siramkan ke bedengan secara merata. 1 botol SUPERNASA bisa untuk 1000-2000 m2

PEMBERIAN NATURAL GLIO
Untuk mencegah serangan penyakit karena jamur utamanya penyakit layu tebarkan Natural GLIO yang telah dicampur dengan pupuk kandang dan didiamkan selama seminggu. 1 kemasan Natural GLIO dicampur dengan 25-30 kg pupuk kandang untuk luasan sekitar 1000 m2.

PEMASANGAN MULSA
Pemasangan mulsa plastik pada saat matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga dapat tepat menutup bedengan dengan tepat.

PEMBUATAN LUBANG TANAM
Diameter lubang ± 10 cm, dengan jarak lubang 30 - 50 cm. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segi empat.

CARA PENANAMAN
Pindahkan bibit beserta medianya, sebaiknya bibit dikondisikan selama sebulan sebelum tanam di kebun,dan saat penanaman usahakan perakaran tidak rusak saat membuka polibag.

PENYULAMAN
Penyulaman paling lambat 15-30 hari setelah tanam, pada sore hari dan segera disiram.

PENYIANGAN
Penyiangan dilakukan pada gulma/ rumput liar yang menyaingi kehidupan tanaman

PEMANGKASAN
Dilakukan pada sulur yang kurang produktif, rimbun, serta pada bunga pertama untuk memperoleh buah yang prima.

PEMUPUKAN SUSULAN
Pupuk diberikan pada umur 1,5 - 2 bulan setelah tanam dengan NPK (16-16-16) sebanyak 5 kg yang dilarutkan dalam 200 liter air, kemudian dikocorkan sebanyak 350-500 cc/ tanaman.

PENGGUNAAN POC NASA + HORMONIK
Semprotkan (3-4 tutup POC NASA) + (1-2 tutup HORMONIK) per-tangki 14 liter setelah 2 bulan dengan interval 7-10 hari sekali.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
H A M A
a. Kutu daun (Chaetosiphon fragaefolii)
Bagian yang diserang : permukaan daun bagian bawah, kuncup bunga, pucuk atau batang muda. Gejala : pucuk atau daun keriput, keriting, kadang-kadang pembentukan daun atau buah terhambat. Pencegahan gunakan PENTANA + AERO 810 atau Natural BVR.

b. TUNGAU (Tetranychus sp -Tarsonemus sp)
Bagian yang diserang: daun,tangkai, dan buah. Gejala :daun bercak kuning, coklat, keriting akhirnya daun rontok. Pencegahan PENTANA + AERO 810 atau NATURAL BVR.

c. Kumbang penggerek bunga (Anthonomus rubi), kumbang penggerek akar (Othiorhychus rugosostriatus), kumbang penggerek batang (O. Sulcatus)
Gejala serangan : adanya bubuk berupa tepung pada bagian yang digereknya. Pencegahan semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.

PENYAKIT
a. Layu verticillium (Verticillium dahliae)
Bagian yang diserang: mulai dari akar, daun, hingga tanaman. Gejala : daun yang terinfeksi mula-mula berwarna kuning hingga kecoklatan, serangan berat akan mengakibatkan kematian pada tanaman. Pengendalian : perbaikan drainase, sanitasi kebun, gunakan Natural GLIO pada awal tanam.

b. Busuk buah matang/Ripe Fruit Rot (Colletotrichum fragariae Brook) Busuk Rhizopus/ Rhizopus spot ( Rhizopus stolonifer )
Bagian yang diserang : buah. Gejala : RFR yang khas hanya pada buah yang masak saja dengan buah busuk disertai massa spora berwarna merah jambu. Pada RS, buah busuk lunak, berair, bila dipijit keluar cairan keruh.
Pengendalian : musnahkan buah yang terinfeksi, perbaiki drainase kebun, pemulsaan, rotasi tanaman, gunakan Natural GLIO pada awal penanaman yang dicampur dengan pupuk kandang yang telah jadi.

c. Busuk akar ( Idriella lunata, Pythium ulmatum, Rhizoctonia solani)
Bagian yang diserang : akar tanaman. Gejala : Idriella menyebabkan ujung-ujung akar tanaman berwarna hitam dan busuk, sedangkanPhytium mengakibatkan batang batas akar di permukaan tanah busuk berwarna coklat hingga hitam. Sementara jamur Rhizoctonia mengakibatkan sistem perakaran busuk kebasah-basahan.
Pengendalian : cabut dan musnahkan tanaman yang terserang berat, tambahkan kapur untuk tanah, lakukan rotasi tanaman, perbaikan drainase tanaman, berikan Natural GLIO pada awal penanaman.

d. Empulur merah (Phytophtora fragrariae)
Bagian yang diserang : perakaran tanaman. Gejala : tanaman kerdil, daun tudak segar bahkan dapat layu, bila diamati akar dan pangkal batang yang terinfeksi pada empulurnya akan tampak berwarna merah.Penyakit ini mengakibatkan serangan hebat pada kondisi drainase jelek dan masam/pH rendah.
Pengendalian : perbaiki drainase, pengapuran tanah, rotasi tanaman, gunakan bibit yang sehat dan hindari luka mekanis pada pemeliharaan, musnahkan tanaman yang terinfeksi berat, campurkan Natural GLIO pada awal penanaman.
Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki

PANEN
Tanaman stroberi mulai berbunga pada umur 2 bulan setelah tanam. Namun pembuahan atau pembungaan pertama sebaiknya dibuang atau dipangkas karena belum bisa berproduksi secara optimum. Setelah tanaman berumur 4 bulan mulai diarahkan untuk lebih produktif berbunga dan berbuah.Panen dilakukan dengan dipetik atau digunting bagian tangkai buah beserta kelopaknya, dan dilakukan secara periodik dua kali seminggu.

Sapi Potong


I. Pendahuluan.
Usaha peternakan sapi potong mayoritas masih dengan pola tradisional dan skala usaha sambilan. Hal ini disebabkan oleh besarnya investasi jika dilakukan secara besar dan modern, dengan skala usaha kecilpun akan mendapatkan keuntungan yang baik jika dilakukan dengan prinsip budidaya modern. PT. NATURAL NUSANTARA dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) membantu budidaya penggemukan sapi potong baik untuk skala usaha besar maupun kecil.

II. Penggemukan
Penggemukan sapi potong adalah pemeliharaan sapi dewasa dalam keadaan kurus untuk ditingkatkan berat badannya melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat (3-5 bulan).
Beberapa hal yang berkaitan dengan usaha penggemukan sapi potong adalah :

1. Jenis-jenis Sapi Potong.
Beberapa jenis sapi yang digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemukan sapi potong di Indonesia adalah :

A. Sapi Bali.
Cirinya berwarna merah dengan warna putih pada kaki dari lutut ke bawah dan pada pantat, punggungnya bergaris warna hitam (garis belut). Keunggulan sapi ini dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang baru.

B. Sapi Ongole.
Cirinya berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir dan berpunuk, dan daya adaptasinya baik. Jenis ini telah disilangkan dengan sapi Madura, keturunannya disebut Peranakan Ongole (PO) cirinya sama dengan sapi Ongole tetapi kemampuan produksinya lebih rendah.

C. Sapi Brahman.
Cirinya berwarna coklat hingga coklat tua, dengan warna putih pada bagian kepala. Daya pertumbuhannya cepat, sehingga menjadi primadona sapi potong di Indonesia.

D. Sapi Madura.
Mempunyai ciri berpunuk, berwarna kuning hingga merah bata, terkadang terdapat warna putih pada moncong, ekor dan kaki bawah. Jenis sapi ini mempunyai daya pertambahan berat badan rendah.

E. Sapi Limousin.
Mempunyai ciri berwarna hitam bervariasi dengan warna merah bata dan putih, terdapat warna putih pada moncong kepalanya, tubuh berukuran besar dan mempunyai tingkat produksi yang baik

2. Pemilihan Bakalan.
Bakalan merupakan faktor yang penting, karena sangat menentukan hasil akhir usaha penggemukan.
Pemilihan bakalan memerlukan ketelitian, kejelian dan pengalaman. Ciri-ciri bakalan yang baik adalah :
- Berumur di atas 2,5 tahun.
- Jenis kelamin jantan.
- Bentuk tubuh panjang, bulat dan lebar, panjang minimal 170 cm tinggi pundak minimal 135 cm, lingkar dada 133 cm.
- Tubuh kurus, tulang menonjol, tetapi tetap sehat (kurus karena kurang pakan, bukan karena sakit).
- Pandangan mata bersinar cerah dan bulu halus.
- Kotoran normal

III. Tatalaksana Pemeliharaan.
3.1. Perkandangan.
Secara umum, kandang memiliki dua tipe, yaitu individu dan kelompok. Pada kandang individu, setiap sapi menempati tempatnya sendiri berukuran 2,5 X 1,5 m. Tipe ini dapat memacu pertumbuhan lebih pesat, karena tidak terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan dan memiliki ruang gerak terbatas, sehingga energi yang diperoleh dari pakan digunakan untuk hidup pokok dan produksi daging tidak hilang karena banyak bergerak. Pada kandang kelompok, bakalan dalam satu periode penggemukan ditempatkan dalam satu kandang. Satu ekor sapi memerlukan tempat yang lebih luas daripada kandang individu. Kelemahan tipe kandang ini yaitu terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan sehingga sapi yang lebih kuat cenderung cepat tumbuh daripada yang lemah, karena lebih banyak mendapatkan pakan.

3.2. Pakan.
Berdasarkan kondisi fisioloigis dan sistem pencernaannya, sapi digolongkan hewan ruminansia, karena pencernaannya melalui tiga proses, yaitu secara mekanis dalam mulut dengan bantuan air ludah (saliva), secara fermentatif dalam rumen dengan bantuan mikrobia rumen dan secara enzimatis setelah melewati rumen.
Penelitian menunjukkan bahwa penggemukan dengan mengandalkan pakan berupa hijauan saja, kurang memberikan hasil yang optimal dan membutuhkan waktu yang lama. Salah satu cara mempercepat penggemukan adalah dengan pakan kombinasi antara hijauan dan konsentrat. Konsentrat yang digunakan adalah ampas bir, ampas tahu, ampas tebu, bekatul, kulit biji kedelai, kulit nenas dan buatan pabrik pakan. Konsentrat diberikan lebih dahulu untuk memberi pakan mikrobia rumen, sehingga ketika pakan hijauan masuk rumen, mikrobia rumen telah siap dan aktif mencerna hijauan. Kebutuhan pakan (dalam berat kering) tiap ekor adalah 2,5% berat badannya. Hijauan yang digunakan adalah jerami padi, daun tebu, daun jagung, alang-alang dan rumput-rumputan liar sebagai pakan berkualitas rendah dan rumput gajah, setaria kolonjono sebagai pakan berkualitas tinggi.
Penentuan kualitas pakan tersebut berdasarkan tinggi rendahnya kandungan nutrisi (zat pakan) dan kadar serat kasar. Pakan hijauan yang berkualitas rendah mengandung serat kasar tinggi yang sifatnya sukar dicerna karena terdapat lignin yang sukar larut oleh enzim pencernaan.

Oleh karena itu PT. NATURAL NUSANTARA juga mengeluarkan suplemen khusus ternak yaitu VITERNA Plus. Produk ini menggunakan teknologi asam amino yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh sapi, yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak.

VITERNA Plus mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak, yaitu :
- Mineral-mineral sebagai penyusun tulang, darah
dan berperan dalam sintesis enzim, yaitu N, P, K,
Ca, Mg, Cl dan lain-lain.
- Asam-asam amino, yaitu Arginin, Histidin, Leusin, Isoleusin dan lain-lain sebagai penyusun protein, pembentuk sel dan organ tubuh.
- Vitamin lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh sapi dari serangan penyakit.
- Asam - asam organik essensial, diantaranya asam propionat, asam asetat dan asam butirat.
Cara penggunaannya adalah dengan dicampurkan dalam air minum atau komboran dengan dosis :
5 cc/ekor perhari untuk sapi, kerbau dan kuda
4 cc/ekor perhari untuk kambing dan domba.
Penambahan VITERNA Plus tersebut dilakukan pada pemberian air minum atau komboran yang pertama.

3.3. Pengendalian Penyakit.
Dalam pengendalian penyakit, yang lebih utama dilakukan adalah pencegahan penyakit daripada pengobatan, karena penggunaan obat akan menambah biaya produksi dan tidak terjaminnya keberhasilan pengobatan yang dilakukan. Usaha pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan sapi adalah :

a. Pemanfaatan kandang karantina. Sapi bakalan yang baru hendaknya dikarantina pada suatu kandang terpisah, dengan tujuan untuk memonitor adanya gejala penyakit tertentu yang tidak diketahui pada saat proses pembelian. Disamping itu juga untuk adaptasi sapi terhadap lingkungan yang baru. Pada waktu sapi dikarantina, sebaiknya diberi obat cacing karena berdasarkan penelitian sebagian besar sapi di Indonesia (terutama sapi rakyat) mengalami cacingan. Penyakit ini memang tidak mematikan, tetapi akan mengurangi kecepatan pertambahan berat badan ketika digemukkan. Waktu mengkarantina sapi adalah satu minggu untuk sapi yang sehat dan pada sapi yang sakit baru dikeluarkan setelah sapi sehat. Kandang karantina selain untuk sapi baru juga digunakan untuk memisahkan sapi lama yang menderita sakit agar tidak menular kepada sapi lain yang sehat.

b. Menjaga kebersihan sapi bakalan dan kandangnya. Sapi yang digemukkan secara intensif akan menghasilkan kotoran yang banyak karena mendapatkan pakan yang mencukupi, sehingga pembuangan kotoran harus dilakukan setiap saat jika kandang mulai kotor untuk mencegah berkembangnya bakteri dan virus penyebab penyakit.

c. Vaksinasi untuk bakalan baru. Pemberian vaksin cukup dilakukan pada saat sapi berada di kandang karantina. Vaksinasi yang penting dilakukan adalah vaksinasi Anthrax.
Beberapa jenis penyakit yang dapat meyerang sapi potong adalah cacingan, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kembung (Bloat) dan lain-lain.

IV. Produksi Daging.
Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi daging adalah
1. Pakan.
Pakan yang berkualitas dan dalam jumlah yang optimal akan berpengaruh baik terhadap kualitas daging. Perlakuan pakan dengan NPB akan meningkatkan daya cerna pakan terutama terhadap pakan yang berkualitas rendah sedangkan pemberian VITERNA Plus memberikan berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak sehingga sapi akan tumbuh lebih cepat dan sehat.

2. Faktor Genetik.
Ternak dengan kualitas genetik yang baik akan tumbuh dengan baik/cepat sehingga produksi daging menjadi lebih tinggi.

3. Jenis Kelamin.
Ternak jantan tumbuh lebih cepat daripada ternak betina, sehingga pada umur yang sama, ternak jantan mempunyai tubuh dan daging yang lebih besar.

4. Manajemen.
Pemeliharaan dengan manajemen yang baik membuat sapi tumbuh dengan sehat dan cepat membentuk daging, sehingga masa penggemukan menjadi lebih singkat.

LELE


I. Pendahuluan.
Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasa yang lezat, daging empuk, duri teratur dan dapat disajikan dalam berbagai macam menu masakan. PT. NATURAL NUSANTARA dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) membantu petani lele dengan paket produk dan teknologi.

II. Pembenihan Lele.
Adalah budidaya lele untuk menghasilkan benih sampai berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.

III. Sistem Budidaya.
Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu :
1. Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.
2. Sistem Pasangan. Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.
3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).
Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.

IV. Tahap Proses Budidaya.
A. Pembuatan Kolam.
Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :
Kolam tandon. Mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.
Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.
Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.
Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.

B. Pemilihan Induk
Induk jantan mempunyai tanda :
- tulang kepala berbentuk pipih
- warna lebih gelap
- gerakannya lebih lincah
- perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
- alat kelaminnya berbentuk runcing.
Induk betina bertanda :
- tulang kepala berbentuk cembung
- warna badan lebih cerah
- gerakan lamban
- perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.

C. Persiapan Lahan.
Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi :
- Pengeringan. Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.
- Pengapuran. Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.
- Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara). untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.
- Pemasukan Air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.
Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :
- Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.
- Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat langsung penuh dan segera diberi perlakuan TON dengan dosis sama

D. Pemijahan.
Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.

E. Pemindahan.
Cara pemindahan :
- kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.
- siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.
- samakan suhu pada kedua kolam
- pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.
- pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.

F. Pendederan.
Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 - 7 cm, 7 - 9 cm dan 9 - 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.

V. Manajemen Pakan.
Pakan anakan lele berupa :
- pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 - 4 hari.
- Pakan buatan untuk umur diatas 3 - 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.
- Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA dengan dosis 1 - 2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.

VI. Manajemen Air.
Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :
- air harus bersih
- berwarna hijau cerah
- kecerahan/transparansi sedang (30 - 40 cm).

Ukuran kualitas air secara kimia :
- bebas senyawa beracun seperti amoniak
- mempunyai suhu optimal (22 - 26 0C).

Untuk menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan yang optimal, pemberian pupuk TON sangat diperlukan. TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan TON dilakukan pada saat oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air baru atau sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosis pemakaian TON adalah 25 g/100m2.

VI. Manajemen Kesehatan.
Pada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan TON dan POC NASA sangat besar. Namun apabila anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan juga harus sesuai.

Jamur Merang

Dari Dosen Menjadi Petani Jamur Merang


Oleh
Widjil Purnomo

KARAWANG – Bagi kalangan petani jamur merang (Volvariella volvacea) di Indonesia, sosok Ir Misa Suwarsa, Msc (49) sudah tidak asing lagi. Pak Misa, begitu ia biasa dipanggil, merupakan satu-satunya ahli jamur merang di Indonesia. Bahkan ia sukses mendidik dan melatih orang yang ingin menjadi petani seperti dirinya.
Itulah sebabnya, rumah Misa yang dikelilingi areal persawahan di Kampung Jatimulya, Mekarjati, Karawang, Jawa Barat, tak pernah sepi dikunjungi tamu, mulai dari pejabat, ilmuwan jamur merang hingga pedagang di pasar.
Menteri Pertanian (waktu itu) Bungaran Saragih merupakan pejabat yang paling sering berkunjung ke rumah Misa. Bahkan suatu kali, Bungaran Saragih datang membawa istri dan tamunya dari Uni Eropa untuk menikmati sate jamur merang.
Suami Yani Maryani (34) ini tak canggung mencangkul sawah bersama petani lain dan memikul jerami dari sawah ke tempat penyimpanan di dekat rumahnya. Tugas utamanya adalah memeriksa tubung-tubung (kamar tempat pembiakan jamur merang yang kedap cahaya) di dekat rumahnya, dengan dibantu sepuluh karyawannya.
"Saya ini petani dan keturunan petani. Jadi aneh rasanya kalau hanya berpangku tangan dan duduk di depan meja seperti orang kantoran," ucapnya terkekeh. Kehidupan bapak dua anak, yakni Muhammad Hidayatullah (10) dan Siti Nurjanah (3) ini sangat bersahaja.
Rumah induknya berukuran sekitar 4x6 m2 berlantaikan semen dengan dinding separuh tembok dan separuh kayu di bagian atas. Tidak ada perabotan yang istimewa kecuali rak yang berisi berbagai literatur.
Di samping rumah dekat tubung, terdapat bangunan tanpa dinding dan di sinilah ia menerima tamu atau berdiskusi dengan murid-muridnya di atas balai-balai.
Misa mengaku bahagia karena pemerintah memberi perhatian pada perkembangan jamur merang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini terbukti dengan dibentuknya Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Jamur Merang Indonesia oleh Departemen Pertanian yang dipusatkan di rumahnya dan mengangkat Misa sebagai kepalanya. Setiap periode, pemerintah mengirim utusan dari berbagai daerah untuk dididik dan dilatih menjadi petani jamur merang.
"Kini mereka sudah menjadi petani jamur merang. Ada yang sukses, tapi juga ada yang gagal karena jamurnya tidak bisa tumbuh dengan baik. Biasanya yang gagal ini, mereka tidak sungguh-sungguh ingin menjadi petani. Mereka hanya iseng saja," tuturnya.
Kiprahnya di bidang jamur merang, membuat Misa melenggang masuk Istana Negara. Ia mendapat penghargaan sebagai perintis budi daya jamur merang di Indonesia. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 27 Mei 2004. Pada tahun itu pula ia satu-satunya orang asing yang diundang Pemerintah China untuk mendalami jamur merang selama setahun di negara tirai bambu itu.

Petani Memprihatinkan
Menjadi petani jamur merang sebenarnya bukan cita-cita Misa Suwarsa, meski ia anak petani di Depok, Jawa Barat. Kesadaran ini justru muncul saat ia telah mapan sebagai dosen di almamaternya, Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB). "Saya terkesan saat ngobrol dengan seorang profesor dari satu negara di Eropa yang saat itu menjadi dosen tamu di ITB," ungkapnya.
Profesor itu menyatakan prihatin melihat petani Indonesia yang nasibnya sangat malang karena tidak bisa memanfaatkan potensi yang ada di sekelilingnya. Seandainya mereka bisa memanfaatkan jerami, kehidupan ekonominya pasti akan lain. "Jerami dibakar begitu saja. Padahal sisa abunya justru merusak kesuburan tanah karena mengandung karbon," ungkap Misa menirukan profesor itu.
Sebaliknya, jerami bisa dimanfaatkan sebagai media pembudidayaan jamur merang. Secara ekonomis, nilai jual jamur merang enam kali lipat dari nilai padi. Sementara peluang pasarnya sangat besar, terutama China dan Jepang, juga negara-negara Eropa. "Seharusnya ada seorang ahli yang mau membimbing para petani itu agar bisa hidup sejahtera," katanya.
Mendengar ucapan itu, Misa tersentak lalu teringat orang tuanya sendiri yang kesulitan menghidupi anak-anaknya. "Hati saya bergolak antara tetap sebagai dosen atau terjun langsung membimbing petani. Akhirnya saya memutuskan keluar sebagai dosen ITB," kata Misa mengenang peristiwa 15 tahun lalu itu.
Rupanya keputusan itu tidak direstui orang tua. Tapi Misa yang kala itu masih bujangan, tetap nekad dan malah pergi ke Karawang. "Saya hanya mendengar kalau Karawang itu lumbung padi. Maka saya pergi ke sini, meski tidak punya bekal dan tidak punya saudara," ungkapnya.
Di Karawang, Misa langsung menuju sekelompok petani di sawah dan mengungkapkan keinginannya untuk membuat jamur merang. Namun ia justru ditertawakan karena sudah banyak usaha jamur merang yang gulung tikar. Hal ini tidak membuat niat Misa surut. Ia tetap minta agar dikenalkan dengan pengusaha jamur merang yang bangkrut itu.
Lantas kepada pengusaha tersebut, Misa menawarkan kerja sama, tapi ditolak karena sang pengusaha kapok membudidayakan jamur merang. Maka kemudian ia menyewa tiga tubung milik pengusaha itu. Di luar dugaan, ternyata tiga tubung itu membuka babak babak baru dalam hidupnya. Hanya dalam tempo sebulan, Misa bisa secara terus menerus memanen jamur merang dan menjualnya sendiri ke pasar. Tak ayal, ia langsung melunasi utangnya termasuk bunga yang digunakan untuk proses produksinya.
Sebelum masa sewa selama setahun habis, Misa sudah mampu membeli lahan di Kampung Mekarjati untuk membangun tiga tubung sendiri. Kini ia memiliki delapan tubung yang setiap tubungnya rata-rata menghasilkan 1.500 kg jamur merang setiap bulan.
"Para pedagang datang sendiri ke sini dengan membeli antara Rp 7.500 hingga Rp 10.000 per kg. Restoran di Jakarta juga ada yang pesan langsung dari sini dengan kualitas yang paling baik. Kami kewalahan melayani permintaan mereka," ucapnya.
Misa juga mengaku ada permintaan untuk mengekspor jamur merang, tapi belum bisa dilaksanakan karena permintaan dalam negeri saja belum bisa dipenuhi.
Bahkan ada sebuah bank asing yang cukup bonafit menawarkan bantuan finansial agar Misa bisa memproduksi besar-besaran untuk ekspor. "Saya menolak karena misi saya bukan seperti itu," tegasnya.

Jamur Merang

Bertanam Jamur Merang

Bahan :

* Bangunan rumah ukuran 4 x 6 x 3 m
* Jerami/batang kedelai kering secukupnya
* Bambu secukupnya
* Kapur sirih
* Kapuk/kapas sintetis
* Drum dan pipa
* Bibit jamur merang

Cara mengolah lahan dan menanam :

* Buat bangunan rumah ukuran 4 x 6 x 3 m, tak perlu jendela cukup pintu satu buah
* Lapisi dinding bagian dalam termasuk atap dengan plastik yang rapat
* Belah bambu buatlah rak susun ukuran bebas dan beri gang untuk masuk
* Jerami yang sudah dicuci bersih diletakkan pada rak bambu secara merata
* Taburkan kapur sirih dan abu di atas jerami. Tumpuklah jerami lagi di atasnya begitu seterusnya hingga tebal 25 cm tutuplah dengan plastik yang rapat, ditunggu 3 hari tiga malam.
* Taburkan kapur sirih dan abu tadi kemudian dibuka dan diaduk-aduk lalu diratakan lagi kemudian diatasnya diberi kapas dan ditaburi bibit jamur
* Drum diisi air ¾ air pasang pipa ke dalam ruangan yang diisi rak-rak lalu pintu ditutup
* Panasi drum tersebut selama 15 jam, sehingga suhunya mencapai 90 derajat celcius. Tunggu sampai 7 hari jamur akan tumbuh subur, petiklah hasilnya.

Keterangan :

* Dalam meemetik jamur jangan di ambil seluruhnya pilih yang agak besar-besar saja. Yang kecil petiiklah esok hariinya.
* Cara membuat bibit secara sederhana :

1. Pilihlah jamur yang batangnya kelihataan besar/keadaan jamur besar semuanya
2. Irislah tipis-tipiis kemudiian masukkan ke dalam botol atau tempat lainnya
3. Masukkan batang bambu dan tutuplah rapat-rapat diamkan selama 15 hari
4. Ambillah bambu tersebut, jadi yang melekat pada bambu tersebut adalah bibitnya
5. Simpanlah dalam plastik dan botol.

Kamis, 26 Februari 2009

PRAKATA

KU PERSEMBAHKAN UNTUK ISTRIKU TERSAYANG DAN TEMEN -TEMEN YANG SUKA MASAK-MEMASAK KLO AKU TERUS TERANG SUKA MENIKMATI MASAKANANYA AZA,

SELAMAT MENCOBA YA

Pisang Molen

Bahan :

* 500 g tepung terigu
* 75 g gula halus (resep yang dulu : 100 g)
* 1 sdt vanili bubuk
* 1/2 sdt garam
* 2 kuning telur
* 125 g margarin (suhu ruangan)
* 100 ml air hangat
* 100 g keju cheddar parut (resep yang dulu : 75 g)
* pisang, potong-potong
* minyak goreng

Cara Membuat :

* Dalam sebuah wadah yang cukup besar, campur tepung terigu, gula halus, vanili dan garam hingga rata. Tambahkan kuning telur dan margarin.
* Tuangi air sedikit demi sedikit sambil diuleni. Terakhir masukkan keju parut, uleni hingga tercampur rata.
* Bungkus adonan dengan plastik dan diamkan selama 15-20 menit dalam suhu ruangan.
* Dengan menggunakan gilingan mie, giling adonan hingga menjadi pita pipih yang panjang dengan lebar 3 cm.
* Lilitkan pada potongan pisang hingga tertutup seluruhnya. Lakukan seterusnya hingga adonan habis.
* Goreng dalam minyak panas yang banyak hingga molen matang dan berwarna kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Sajikan selagi hangat.

Pisang Molen

Pisang Molen :
Bahan :
250 gram tepung terigu
50 gram gula
5 biji pisang, masing2 belah menjadi 2 bagian dan potong menjadi 2
20 potong keju yang sudah dipotong memanjang
60 gram mentega, cairkan
50 ml air hangat
2 sdm susu bubuk
1 kuning telur
garam secukupnya
1 sdt vanilli
Cara :
Campur terigu, gula, garam, vanilli, susu bubuk, aduk hingga rata
Masukkan kuning telur dan mentega
Tuang air sedikit-sedikit
Pukul2 adonan hingga kalis
Tutup adonan dengan plastik/serbet bersih, diamkan kurleb 20 menit
Ambil secukupnya adonan, giling setebal kira2 2 mm, lebar kurleb 3-4 cm
Kira2 sepanjang 30 cm
Gulungkan ke dalam pisang dan selipkan keju diantaranya
Lakukan hingga adonan habis
Goreng dalam minyak, usahakan semuanya tercelup
Setelah kuning balik, angkat, tiriskan
Bisa dihidangkan untuk teman minum teh

Pisang Molen

Pisang Molen


Sebagai orang Indonesia Anda pasti tahu pisang molen bukan? Rasanya yang renyah dan pisang didalamnya yang manis, membuat Anda ingin lagi dan lagi. Berikut resepnya untuk Anda coba.

Bahan:
500 g tepung terigu
75 g gula halus
1 sdt vanili bubuk
1/2 sdt garam
2 kuning telur
125 g margarin (suhu ruangan)
100 ml air hangat
100 g keju cheddar parut
pisang, potong-potong
minyak goreng

Cara membuat:
1. Dalam sebuah wadah yang cukup besar, campur tepung terigu, gula halus, vanili dan garam hingga rata. Tambahkan kuning telur dan margarin.
2. Tuangi air sedikit demi sedikit sambil diuleni. Terakhir masukkan keju parut, uleni hingga tercampur rata.
3. Bungkus adonan dengan plastik dan diamkan selama 15-20 menit dalam suhu ruangan.
4. Dengan menggunakan gilingan mie, giling adonan hingga menjadi pita pipih yang panjang dengan lebar 3 cm.
5. Lilitkan pada potongan pisang hingga tertutup seluruhnya. Lakukan seterusnya hingga adonan habis.
6. Goreng dalam minyak panas yang banyak hingga molen matang dan berwarna kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Sajikan selagi hangat.

Pisang मोलेन 2

Pisang Molen
Sumber: NN

Bahan
6 buah pisang raja/tanduk
minyak untuk menggoreng

Kulit
350 g tepung terigu
50 g gula halus
1/2 sdt vanili
1/4 sdt garam
125 g margarin
75 ml air

Cara

1. Belah pisang jadi dua lalu potong melintang sesuai selera. Sisihkan.
2. Kulit:
- Campur semua bahan kering menjadi satu. Aduk rata.
- Tambahkan margarin, aduk-aduk dengan ujung jari hingga berbutir kecil-kecil.
- Tuangi air sedikit-sedikit sambil aduk dengan sendok kayu hingga menjadi adonan yang kalis.
- Gilas adonan hingga tipis hingga setebal 2,5 mm.
- Potong-potong adonan selebar 3 cm sehingga menjadi bentuk pita panjang.
- Lilitkan pada tiap potong pisang hingga pisang tertutup adonan.
- Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga kuning kecokelatan dan matang. Angkat dan tiriskan

Pisang Molen

Recipe Pisang Molen Kartika Sari Bandung....:) Aug 20, '05 12:02 AM

Ingredients:
Bahan untuk kulit :
500 gr tepung terigu
10 gr garam
15 gr gula pasir
1 butir telur
200 ml air dingin
20 gr margarin

Bahan Isi :
4 buah pisang, dikukus matang lalu dipotong-potong 10 cm
50 gr keju ceddar, dipotong sesuai ukuran pisang

Bahan Olesan:
2 kuning telur




Directions:
1. Adonan kulit, tepung, garam, gula, telur, margarine dicampur semua jd satu, aduk rata.
2. Tuang air dingin sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis.Istirahatkan 15 menit dlm lemari es.
3. Giling adonan bentuk persegi -+ 10 x 10 cm dgn tebal -+ 1/2 cm.
4. Tata potongan Pisang dan Keju.
5. Lipat Rapi dengan lipatan di bagian bawah
6. Susun di loyang 12x24x4cm yg telah dioles margarin
7. Kocok bahan olesan. Oleskan ke adonan, lalu oven sampai matang.
8. Selesai...:)

Rendang Kering

Rendang Kering

Budi Sutomo — February 17, 2009 / 1:20 am





Hidangan rendang kering adalah jenis lauk kering yang tahan lama. Andapun tidak perlu repot setiap hari membuat lauk. Resep/Dapur Uji/Foto: Budi Sutomo

Bahan:

1 kg daging tanpa lemak, potong 4×4 cm

2 lembar daun kunyit, simpulkan

3 lembar daun jeruk purut

2 batang daun serai, memarkan

2 cm asam kandis/gelugur

2 lt santan dari 2 butir kelapa

5 siung bawang, iris halus

Haluskan:

2 cm lengkuas

3 cm kunyit

2 cm jahe

100 g cabe merah

7 butir bawang merah

4 butir bawang putih

2 sdt garam

Cara Membuat:

1. Tuang santan di dalam wajan, masukkan daun kunyit, daun jeruk, serai, asam, irisan bawang merah dan semua bumbu halus. Aduk rata.

2. Masak santan berbumbu sambil sesekali diaduk selama 20 menit. Masukkan potongan daging, masak dengan api sedang hingga santan mengering dan berminyak. Angkat. Atur di dalam piring saji. Hidangkan.

Untuk 7 Porsi

Tip:

* jangan pernah menggunakan santan kemasan untuk membuat rendang kering, santan kemasan tidak bisa menghasilkan remah santan kering. Gunakan santan dari perasan kelapa.

* Jika memasukan daging terlalu cepat, daging biasanya akan hancur ketika santan mengering. Bias disiasati dengan menggoreng daging terlebih dahulu hingga matang kemudian daging dimasukkan ketika santan sudah mulai mengering.

* Pilih daging bagian has dalam yang empuk dan potong daging melawan serat. Memotong daging melawan serat akan menjadikan daging lebih empuk sedangkan potongan daging searah serat akan menghasilkan rendang yang liat.

Bika Ambon

Kue Bika Ambon


Topik: Kue Tradisional



Membuat kue bika ambon memang gampang-gampang susah. Proses fermentasi yang melibatkan ragi perlu penanganan khusus. Belum lagi metode pembuatan yang harus dipanggang dengan oven sedikit terbuka. Namun jerih payah ini akan setimpal jika kue harum, wangi dan lembut bika ambon berhasill Anda buat. Selamat Mempraktekan. Resep/Dapur Uji/Foto/Food Stylist: Budi Sutomo.

Bahan A:

Tepung ketan 200 g

Ragi instan 20 g

Gula pasir 4 sdm

Air hangat 200 ml

Bahan B:

Tepung ketan 400 g

Santan kental 1000 ml dari 3 butir kelapa

Gula pasir 700 g

Kuning telur 18 butir

Putih telur 8 butir

Daun jeruk purut 5 lembar

Garam halus ¼ sdt

Minyak untuk olesan

Cara Membuat:

1. Adonan A: campur tepung ketan, ragi instan dan gula pasir, aduk rata. Tuang air hangat aduk rata. Diamkan adonan selama 60 menit atau hingga adonan berbuih.

2. Adonan B: Didihkan santan dengan garam dan daun jeruk purut. Masak hingga santan mengental dan berminyak, ukur hingga menjadi 600 ml.

3. Di tempat terpisah, kocok kuning telur, putih telur dan gula menggunakan mixer selama 15 menit atau hingga mengembang. Tambahkan tepung ketan sedikit demi sedikit sambil di aduk hingga tercampur rata.

4. Tuang adonan A ke dalam adonan B, aduk rata. Masukkan rebusan santan, aduk kembali hingga tercampur rata. Diamkan adonan selama satu setengah jam atau hingga adonan mengembang dua kali lipat.

5. Tuang adonan ke dalam cetakan muffin/loyang beroles minyak yang telah dipanaskan selama 10 menit. Panggang dalam oven bertemperatur 180 derajat celcius. Tungu hingga adonan berlubang-lubang baru oven ditutup.

6. Tutup oven dan gunakan api atas untuk mematangkan adonan. Panggang selama 25 menit atau hingga kue matang dan berwarna kuning kecokelatan. Angkat. Dinginkan. Atur did alam piring saji. Hidangkan.

Untuk ± 25 Buah

Tip: Aduk adonan sebelum di masukkan ke dalam loyang agar tepung tidak mengendap. Gunakan api bawah saat pertama adonan masuk, buka tutup oven hingga timbul serat dan lubang-lubang dipermukaan adonan. Setelah terbentuk lubang-lubang baru pintu oven di tutup dan dimatangkan dengan api atas untuk memperoleh efek kuning kecokelatan pada permukaan kue.

Pisang Bakar Tabur Keju

Resep - Pisang Bakar Tabur Keju

Budi Sutomo — January 4, 2008 / 4:54 pm

Topik: Kue Tradisional

copy-of-diet-jpg-49.JPG

Menikmati pisang goreng atau pisang bakar di musim hujan memang cocok. Apalagi disertai secangkir teh hangat. Resep Pisang Bakar Tabur Keju berikut bisa Anda coba di rumah.

Bahan:

5 buah pisang kepok matang

1 sdm margarin

5 sdm meises cokelat

50 g keju cheddar, parut

3 sdm susu kental manis cokelat

1 sdt bubuk kayu manis

Cara Membuat:

1. Kupas pisang dan belah menjadi dua bagian. Panaskan sedikit margarin pada wajan datar anti lengket, masak sambil dibolak-balik hingga pisang matang. Angkat. Taburi pisang dengan bubuk kayu manis, bakar sebentar di atas bara api atau di dalam oven hingga berwarna kuning kecokelatan. Angkat.
2. Atur pisang bakar di atas piring saji, taburi dengan keju parut dan meises cokelat. Sesaat sebelum di sajikan, siram dengan susu kental manis cokelat. Hidangkan hangat.

Untuk 5 Porsi

Tip: Pilih pisang kepok matang tua bukan karbitan agar rasanya manis, kesat dan harum. Untuk variasi, pisang bakar juga bisa di sajikan dengan ice cream aneka rasa.

Aneka keripik

Keripik Ubi Merah

Bahan :
1 kg ubi ungu, kupas, iris melintang tipis
5 sdm minyak untuk menumis
200 gr gula pasir
2 sdm cabai bubuk
50 ml air
minyak untuk menggoreng

Cara membuat :
1. Kupas ubi hingga bersih, kemudian serut ubi tipis-tipis, rendam serutan ubi dalam air. Tiriskan ubi sesaat akan digoreng.
2. Panaskan minyak yang cukup banyak, goreng ubi jalar hingga matang dan kering. Angkat, tiriskan.
3. Masak gula pasir dan air dengan api sedang, hingga kental dan berserabut. Masukkan ubi jalar goreng, kecilkan api aduk dengan cepat hingga gula melapisi ubi jalar, taburi cabai bubuk aduk kembali hingga rata.
4. Dinginkan dan simpan dalam wadah tertutup.

Untuk 500 gr

Sumber : Tabloid Nova



Keripik Kentang Keju

Bahan :
1 kg kentang, kupas, potong tipis- tipis
2 sdt garam
1 sdt air kapur sirih
minyak untuk menggoreng
1 bgk bubuk keju siap pakai
2 sdm keju parmesan bubuk untuk taburan

Cara membuat :
1. Rendam kentang dalam campuran air garam selama 15 menit, tiriskan, cuci bersih.
2. Rendam kembali kentang dalam campuran air kapur sirih, diamkan selama 15 menit, tiriskan, cuci bersih.
3. Panaskan minyak, goreng kentang hingga matang dan berwarna kuning kecokelatan. Angkat, tiriskan.
4. Taburi kentang goreng dengan bubuk keju dan keju parmesan, aduk rata.

Untuk 250 gr

Sumber : Tabloid Nova



Keripik Singkong Pedas

Bahan :
500 gr keripik singkong mentah
minyak untuk menggoreng
5 sdm minyak untuk menumis
3 sdm gula pasir
1 sdt cuka masak

Haluskan :
100 gr cabai merah, buang bijinya
5 siung bawang putih
1 sdt garam

Cara membuat :
1. Goreng keripik singkong dalam minyak panas dan banyak hingga matang dan kecokelatan. Angkat, tiriskan.
2. Panaskan 3 sdm minyak, tumis bumbu halus hingga harum dan agak kering. Tambahkan gula pasir dan cuka, aduk hingga gula larut dan agak kental
3. Masukkan singkong goreng, aduk hingga tercampur rata.
4. Dinginkan, simpan dalam wadah tertutup rapat.

Untuk 500 gr

Sumber : Tabloid Nova



Keripik Kentang

Bahan :
1 kg kentang tes
1 sdt air kapur sirih
1 sdt garam

Cara membuat :
1. Kupas kentang, iris melintang tipis, rendam dalam air yang telah diberi garam, selama 15 menit. Angkat kentang dan cuci hingga bersih.
2. Campur air dengan air kapur sirih, masukkan kentang yang telah dicuci bersih, diamkan selama 15 menit, angkat, cuci bersih.
3. Rebus air hingga mendidih, masukkan kentang, masak selama 10 menit. Angkat kentang, letakkan dalam tampah selembar demi selembar, kemudian jemur di tempat kering. Sekali-sekali dibalik hingga keringnya rata.
4. Panaskan minyak yang cukup banyak, goreng kentang hingga kering.

Untuk 500 gr

Sumber : Tabloid Nova



Keripik Bayam

Bahan :
2 ikat bayam, pilih yang daunnya lebar
250 gr tepung beras
50 ml air
500 ml minyak goreng

Haluskan :
5 siung bawang putih
10 btr kemiri
2 cm kunyit
1 sdt garam

Cara membuat :
1. Petik daun bayam, cuci bersih, tiriskan.
2. Campur tepung beras, air, dan bumbu halus, aduk rata.
3. Panaskan minyak goreng, celupkan tiap lembar daun bayam ke dalam adonan tepung, masukkan ke dalam minyak goreng panas. Masukkan beberapa lembar bayam ke dalam wajan, goreng sampai matang dan kering.

Untuk 300 gr

Sumber : Tabloid Nova



Keripik Tempe

Bahan :
500 gr tempe malang
250 gr tepung beras
5 lbr daun jeruk purut, iris halus
250 ml air
500 ml minyak goreng

Haluskan :
3 siung bawang putih
1 sdt ketumbar
10 btr kemiri
1 sdt garam

Cara membuat :
1. Iris tempe setipis mungkin, sisihkan.
2. Tempatkan tepung beras dalam wadah, taruh bumbu halus, aduk sambil dituangi air sedikit demi sedikit sampai rata. Tambahkan irisan daun jeruk purut, aduk rata.
3. Panaskan minyak goreng, celup tempe satu per satu ke dalam adonan tepung, goreng. Goreng beberapa tempe ke dalam minyak sampai cukup terendam. Setelah matang dan kering, angkat.

Untuk 600 gr

Sumber : Tabloid Nova



Keripik Bawang

Bahan :
150 gr tepung terigu
50 gr tepung sagu
1 btr telur
75 ml santan
2 sdm daun seledri, cincang
1/2 sdt garam
Minyak Goreng

Bumbu Halus :
50 gr bawang putih
5 bh bawang merah

Cara Membuat :
1. Campur tepung terigu, tepung sagu, telur, garam, dan bumbu halus hingga rata.
2. Tuang santan, sambil diaduk hingga adonan kalis.
3. Tambahkan daun seledri, aduk rata.
4. Giling adonan hingga tipis 2 mm, potong-potong, tabur tepung terigu agar tidak menempel.
5. Panaskan minyak, goreng keripik bawang dengan api kecil hingga kecokelatan, angkat, tiriskan.

Untuk 250 gram

Sumber : Tabloid Nova



Optional : Cara membuat bubuk cabai

1. Bersihkan cabai kering: buang bagian pangkal dan tangkai, bagian2 yg busuk, dan biji-bijinya (ternyata cabai kering masih bisa mengandung ulat2 kecil yg masih hidup lho ….iih).
Potong-potong cabai yg sudah bersih kira2 sepanjang ruas jari.
2. Panaskan wajan (boleh penggorengan biasa, boleh wajan dadar. Saya pakai wajan dadar dr bahan teflon).
3. Setelah wajan cukup panas, masukkan cabai dan aduk-aduk sampai keluar aroma yg khas dan cabai kelihatan cukup kering tetapi warnanya masih merah. Lalu segera angkat wajan dari kompor, dan pindahkan cabainya ke wadah ceper supaya cepat mendingin.
4. Cabai kering yg disangrai cepat sekali gosong, jadi jangan sekali-kali ditinggal dan perlu diaduk-aduk terus (pengalaman nih…cabai saya kemarin gosong 1/4 bagian, sampai hitam dan menimbulkan bau yg bikin bersin2 seisi rumah..hihihi. Alhasil yg gosong harus dibuang deh).
5. Setelah cabai dingin, haluskan dgn blender/food processor (saya pakai blender yg biasa untuk membuat jus. Di link tsb dipakai blender jenis ini juga). Untuk hasil yg halus, memblendernya perlu agak lama. Oke..cabai bubuk sudah jadi dan siap digunakan. Saya lampirkan penampakannya (masih kurang halus tuh..).

Sumber : NCC

Gurami Renyah

Ikan Gurami Renyah
Odilia Winneke - detikFood

Jakarta - Tanya: Setiap kali saya mencoba menggoreng ikan gurame agar garing dan renyah, selalu tidak berhasil padahal sudah menggunakan minyak yang banyak dan panas. Hasilnya selalu lembek (tidak kres) dan daging masih setengah matang. Mohon bantuannya? Terima kasih.
Reri, Pondok Labu I No.1 Jakarta Selatan

Jawab: Untuk menggoreng ikan girami sebaiknya daging ikan disayat, bisa dibiarkan menempel dengan tulangnya atau dipisahkan. Diiris tipis dan dilumuri dengan tepung bumbu (kering). Setelah ini baru digoreng dalam minyak panas dan banyak (gurami harus terendam minyak) hingga kering. Jika minyak kurang banyak dan ikan masih basah tentu saja tidak akan kering atau mudah melempem. ( dev / Odi )

Ongol-Ongol

Resep Ongol-Ongol
Odilia Winneke - detikFood

Jakarta - Tanya: Ibu Odilia, pertama tama saya mengucapkan selamat tahun baru 2009 semoga ibu selalu sehat dan banyak rejeki. Saya mohon resep cara membuat ongol-ongol, kue yang saya sudah kangen sekali. Terima kasih.
Sutandar, De Stelling 1109

Jawab: Terima kasih untuk doanya, semoga Anda juga dalam keadaan sehat selalu. Berikut ini resep ongol-ongol semoga bisa dicoba untuk pengobat rindu!

Ongol-Ongol

Bahan:
125 g tepung sagu aren kering
375 ml air
150 g gula Jawa, sisir
2 lembar daun pandan, potong-potong
Aduk, kukus:
150 g kelapa agak muda, kupas, parut memanjang
1/4 sdt garam

Cara membuat:

* Campur tepung sagu dengan 150 ml air, aduk rata. Sisihkan.
* Masak sisa air bersama bersama gula dan daun pandan hingga mendidih dan gula larut. Angkat dan saring.
* Campur dengan larutan tepung sagu. Aduk rata.
* Masak di atas api kecil hingga mendidih dan kental. Angkat.
* Tuangkan ke dalam loyang segi empat, ratakan. Dinginkan.
* Potong-potong 3x5x1 cm.
* Gulingkan dalam kelapa parut hingga terbalut rata.
* Sajikan.

Untuk 16 potong ( dev / Odi )

Brownies Lembap

Brownies Lembap
Odilia Winneke - detikFood

Jakarta - Tanya: Saya sedang mencoba berbagai variasi brownies untuk usaha. Dalam membuat brownies itu apa ada perbedaan hasil jika menggunakan gula pasir dengan gula halus? Selain menggunakan mentega, bagaimana supaya hasil terasa moist, apa ada bahan kuhsus? Terima kasih.
Afi, Jl. Batu ampar I/37 Condet - Jakarta

Jawab: Pemakaian gula pasir dan gula bubuk hampir tak ada beda. Hanya saja jika dengan gula pasir lebih lama larut gulanya. Untuk hasil yang lembap (sedikit basah) tentunya pemakaian bahan kering dan basah (lemak) harus seimbang. Saya tidak bisa memberi saran yang jelas karena tidak tahu komposisi bahan pada resep yang Anda pakai. Mungkin bisa dikirimkan kepada kami? ( dev / Odi )

Keripik Singkong

Keripik Singkong
Odilia Winneke - detikFood

Jakarta - Tanya: Bagaimana mana cara membuat keripik singkong yang rasanya enak gurih dan tidak keras? Terima kasih.
Farlan Ardiansyah, Merauke Papua

Jawab: Farlan, untuk membuat keripik singkong yang empuk dan renyah pilihlah singkong yang tidak terlalu tua dan baru dicabut. Iris tipis singkong, rendam dalam air bersih yang sudah dibubuhi air kapur sirih (1 liter air bisa diberi 1 sdt air kapur sirih). Biarkan terendam selama 1-2 jam lalu bilas dengan air bersih hingga airnya bening dan goreng dalam minyak panas dan banyak (sampai singkong terendam) hingga kering. ( dev / Odi )

Keripik Buah & Sayur

Keripik Buah & Sayur


Apakah anda membutuhkan buah-buah? Di Indonesia, anda tak perlu mencarinya dengan susah payah. Indonesia kaya akan buah dan sayur. Berlimpahnya buah dan sayur, terkadang menjadikannya memiliki nilai jual yang rendah. Sebagai contoh, kita bisa mendapatkan pepaya dengan berat 5 kg hanya seharga Rp 2000-3000. Murah sekali bukan. Bahkan di daerah tertentu, banyak buah-buahan terbuang percuma dan membusuk, karena tidak termanfaatkan.

Salah satu cara untuk meningkatkan nilai jual buah dan sayur adalah dengan menjadikannya keripik buah dan keripik sayur. Dengan menjadikannya keripik, nilai jual buah dan sayur bisa berlipat-lipat. Sebagai gambaran 1 kg keripik pepaya bisa seharga Rp 65.000. Sementara keripik salak seharga Rp 90.000 / kg. Apalagi, jika kita memproses buah menjadi kripik, maka dia akan lebih tahan lama dan awet hingga berminggu-minggu. Bandingkan jika anda hanya menjual buah saja.
CARA MEMBUAT KERIPIK BUAH DAN SAYUR

Untuk menggoreng buah-buahan yang akan dijadikan sebagai produk olahan terlebih keripik, kita memang harus memiliki sebuah alat yang dinamakan vacuum fryer (Mesin Penggoreng Hampa). Kita tidak mungkin menghasilkan produk buah olahan berupa kripik dengan menggunakan alat penggoreng biasa.

Seperti kita ketahui bersama, untuk komoditi buah-buahan hampir semuanya memiliki kandungan glukosa (gula) yang cukup tinggi. Karenanya, bila kita mengolahnya dengan cara menggoreng menggunakan alat penggoreng biasa, keinginan untuk bisa berubah menjadi kripik tidak akan kesampaian, justru buah yang kita goreng malah meleleh seperti jelly. Atau kalau tidak malah membuat buah menjadi gosong dan tidak layak untuk dijual maupun dikonsumsi. Beberapa kelebihan jika buah digoreng dengan mesin vacuum frying :

1. Tidak gosong (siapa sih yang mau makan kripik gosong)
2. Kandungan nutrisi tidak hilang (tetap menyehatkan)
3. Rasa, dan aroma sesuai bahan aslinya
4. Renyah
5. Tidak perlu bahan pengawet atau bahan kimia
6. Tidak perlu penambah rasa buatan
7. Makanan yang memiliki nilai gizi dan serat tinggi

Cara pemakaian mesin vacuum frying juga sangat mudah. Potong-potong buah yang ingin dibuat kripik hingga ukuran yang nyaman untuk dimakan. Terlalu besar akan mengakibatkan konsumen kurang nyaman dalam memakan, terlalu kecil akan membuat anda membutuhkan waktu yang lama untuk memprosesnya.

Setelah potongan buah siap, anda tinggal memasukkan buah / sayur yang telah dicuci ke dalam mesin. Tidak perlu tambahan perasa atau bahan-bahan lain.
MACAM-MACAM KERIPIK BUAH DAN SAYUR

Kripik Pisang Enak dan SedapHampir tiap buah dapat dimanfaatkan untuk membuat kripik. Diantaranya adalah sebagai berikut:

* Nangka
* Salak
* Apel
* Mangga
* Melon
* Waluh (Labu)
* Pepaya
* Wortel
* Kentang
* Kacang Panjang
* Terung
* Durian
* Nanas
* dll

PELUANG BISNIS TERBUKA LEBAR

Bicara bisni tak lepas dari peluang-peluang. Kami yakin anda takkan berani melangkah ke bisnis ini sebelum melihat peluang sebelumnya. Inilah beberapa alasan atau bisa disebuat peluang kenapa bisnis ini cukup menjanjikan :

1. Bahan baku buah dan sayur berlimpah, akibatnya harganya akan sangat murah.
2. Proses pembuatan dan pengelolaan bisnis sangat mudah. Bila anda memiliki mesin Vacuum Frying, maka anda akan mampu menjalankan produksi dengan cepat
3. Keuntungan yang besar dan dapat diperoleh dengan cepat. Modal bisa kembali kurang lebih 6 bulan (untuk mesin kapasitas 5 kg)
4. Buah disukai semua orang. Siapa sih orang yang tidak suka buah? Selama ini buah diawetkan dengan bahan pengawet. Dengan digoreng, akan menghasilkan buah yang awet namun tanpa bahan pengawet. Tentu saja orang makin suka.
5. Pasar luas, anda bisa menjual kripik buah ini dimana saja. Anda bahkan bisa membentuk tim penjualan, mengumpulkan pedagang kaki lima dan asongan atau menitipkan produk anda di swalayan ataupun toko-toko makanan.
6. Peluang eksport terbuka. Sangat jarang dijumpai makanan kripik buah di luar negeri, karena kripik ini lebih awet, tentu memungkinkan untuk dikirim ke manca negara.

MESIN VACUUM FRYING

Sudah siap untuk menjadi pengusaha kripik buah dan sayur? Maka sudah saatnya bagi anda untuk memiliki mesin vacuum frying. Mesin ini adalah mesin wajib yang harus anda miliki sebelum memulai bisnis kripik buah.

Keripik Singkong

1


Membuat Keripik Singkong Yang Enak
BERITA - singkongku.blogspot.com - * Singkong dikupas dan cuci yang bersih.
* Rajang singkong dengan ketebalan yang rata , sebaiknya pakai mesin rajang yang sdh banyak terdapat dipasaran supaya ketebalan rata.
* Rendam dengan larutan air kapur, sesuai keinginan supaya nggak mudah pecah2, kurang lebih semalam.
* Kemudian air kapur dibuang dan dibilas bersih dan tiriskan.
* Buat bumbu berupa bawang + garam dihaluskan dan campur dengan air secukupnya.
* Siapkan 2 wajan yang satu dengan minyak yang gak terlalu panas (+/- 90 derajat C), yang satunya lagi minyak yg panas ( +/- 150 derajat C).
* Goreng singkong yang sudah kering ke wajan pertama sampai terlihat pinggiran singkong sedikit mengembang.
* Kemudian diangkat langsung dimasukkan wajan yang ke 2 yang panas. Aduk sampai semua singkok mengembang sempurna.
* Kemudian siap diangkat dari penggorengan dan tiriskan.
* Selamat mencoba.

MEMBUAT KERIPIK TEMPE

RAHASIA MEMBUAT KERIPIK TEMPE

Bahan :
• tempe kedelai secukupnya
• tepung beras 300 gram
• tepung tapioca 150 gram
• telur ayam 1 butir
• air 500 gram
• minyak goring 2 liter

bumbu halus :
• ketumbar 10 gram
• bawang putih 50 gram
• kemiri 50 gram
• kunyit bubuk ¼ sendok the (jika suka)
• garam 8 gram
• daun jeruk 5 gram

cara membuat :
1. lapisan : campur tepung beras, tepung tapioca, telur ayam, bumbu halus hingga rata.tuang air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata. Sisihkan
2. iris tempe dengan ketebalan 0,5 mm – 1 mm
3. panaskan minyak di atas api sedang
4. celup tiap lebaran tempe dalam adonan lapisan, angkat tiriskan. Goring hingga kering dan berwarna kuning kecoklatan. Angkat, tiriskan, dan dinginkan
5. kemas yang bagus dan siap dipasarkan

TIPS MEMBUAT KERIPIK TEMPE RENYAH :
• untuk membuat keripik tempe, sebaiknya pilih tempe yang padat agar penampilannya lebih cantik dan renyah lebih lama
• sebaiknya untuk keripik tempe, tempenya diproduksi sendiri dengan ketebalan sesuai ukuran keripik tempe yang akan dibuat sehingga tidak perlu memotong. Jika membeli tempe jadi maka disarankan memakai alat peotong khusus karena tempe sifatnya mudah hancur saat dipotong
• iris tempe sesaat sebelum diolah agar spora tidak banyak yang tumbuh, karena kalau spora banyak tumbuh akan mengakibatkan kerenyahan keripik tempe cepat hilang /melempem
• gunakan minyak goring yang baru dan banyak saat menggoreng agar penampilan dan rasanya berkualitas ( tidak tengik dan warna kecoklatan cerah )
• kemas keripik dengan kemasan yang betul- betul kedap udara agar kerenyhan tempe terjaga. Pastikan keripik tempe sudah dingin saat dikemas

Rabu, 25 Februari 2009

Resep Otak-Otak Ikan Tenggiri

Resep Otak-Otak Ikan Tenggiri

Bahan:
200gr ikan tenggiri
1 putih telur
75 gr santan kental
1 sdt garam
1 sdt lada

Cara Membuat:
- Campur seluruh bahan, aduk hingga rata
- Bungkus adonan setiap sesendok-sesendok dg daun pisang
- Bakar pd panggangan areng

Tumis ayam jamur

Tumis ayam jamur
300 gram filet ayam potong kecil
1 kaleng jamur kancing .
4 siung bawang putih cincang
3 sdm kecap manis
1 sdm saus tiram
garam merica secukupnya.


Cara membuat :
Tumis bawang putih hingga harum, masukan ayam aduk rata hingga berubah warna tambahkan jamur kancing, kecap manis, saus tiram, garam dan merica. beri sedikit air aduk masak hingga matang sisihkan.


Kuah Bakso:
Buat kaldu dari daging sapi atau ayam (lebih enak daging yang ada tulangnya)..
rebus daging sapi atau ayam dengan 1,2 liter air, setelah daging empuk tambahan tumisan bawang putih, daun bawang garam dan merica plus sedikit gula. masukan bakso....

batagorAA

Bahan :

- Ikan tenggiri (kakap jg bisa). 300gr
- Tepung kanji/sagu tani 500gr
- Bawang putih 5-6 bh
- merica sckpnya
- Daun bawang sckpnya
- Garam 2 sdta
- putih telur 1
- Kulit pangsit
- Tahu (belah segitiga)

Bumbu Kacang :

- 1/2 kg Kacang tanah sdh digoreng, haluskan.
- 5 bh Bawang putih (haluskan)
- 2 bh Bw. merah (haluskan)
- 5 bh Cabe merah (haluskan)
- Gula pasir secukupnya
- Daun salam
- Daun jeruk
- Garam
- Minyak goreng sckpnya.

Cara buat:
Blender ikan tenggiri. Campurkan bw. putih, merica, garam ke ikan yg sudah diblender. Tambahkan tepung kanji, campur dg air sedikit demi sedikit sampai tercampur & mudah diaduknya. Masukan putih telur, aduk kembali. Terakhir tambahkan daun bawang.
Setelah adonan siap, masukan tiap adonan kedalam tahu/kulit pangsit. Siap digoreng....
Selamat mencoba.....

Membuat Batagor

Batagor

Bahan :
250 gr ikan tenggiri, haluskan
250 ml air es
250 gr tepung kanji
2 batang daun bawang, iris tipis
2 batang seledri, iris tipis
3 siung bawang putih, cincang halus
½ - 1 sdt garam
½ sdt merica bubuk
6 buah tahu putih, ukuran 4 x 4 x 2 cm
8 lembar kulit pangsit
minyak untuk menggoreng

Pelengkap :
kecap manis
saus cabai
jeruk limau
saus kacang

Cara membuat:
1. Campur ikan dan air es, uleni sampai adonan tercampur rata. Tambahkan tepung kanji, daun bawang, seledri, bawang putih, merica dan garam, aduk rata. Bagi adonan menjadi 3 bagian masing-masing utk isi tahu, isi pangsit dan satu bagian untuk bakso.
2. Potong diagonal masing-masing tahu menjadi 2 bagian (bentuk segitiga). Lubangi potongan tahu ditengahnya, sisihkan remah-remahnya. Campurkan adonan untuk isi tahu dengan remah-remah tahu, lalu isikan adonan tersebut ke dalam tahu. Lakukan hingga semua tahu terisi, sisihkan. Ambil selembar kulit pangsit isi dengan adonan ikan, satukan ujung-ujungnya ke atas, hingga sisi-sisinya saling merekat. Lakukan hingga kulit pangsit habis, sisihkan.
3. Panaskan minyak goreng yang banyak dalam wajan, goreng tahu isi dan pangsit hingga kuning kecoklatan, angkat, tiriskan, sisihkan.
4. Ambilkan sisa adonan ikan, bentuk dengan bantuan 2 sendok, langsung masukkan ke dalam minyak panas. Goreng hingga kuning kecoklatan, angkat, tiriskan, sisihkan.
5. Taruh tahu isi, pangsit dan bakso goreng di atas piring saji, biarkan utuh atau potong-potong, tuang saus kacang di atasnya. Hidangkan dengan saus cabai dan kecap manis, lalu beri perasan air jeruk limau


selamat mencoba.....
Membuat Pentol Bakso
Jun 26, '05 8:47 PM
for everyone

Category: Meat & Seafood
Style: Chinese

Description:
Pentol bakso adalah bahan masakan yang cukup sering digunakan
dalam berbagai menu, terutama aneka mie dan oseng2an, dan sangat mudah didapat di Indonesia, di mana saja. Sayangnya di UK sini tak semudah itu friends, hiks :-(

Kita juga musti berjuang pergi ke China Town utk mendapatkannya,
belum pasti halal utkku dan yang pasti, muaaaaaaaaaaahal!

Walhasil, berulang kali lah kemudian aku dan housemateku (Mba Nita alias Nonot) mengotak-atik seonggok daging sapi or ayam supaya bisa menjadi pentol bakso. Try and error terjadi sekian kali dan Alhamdulillah....,
sepertinya sudah lumayanlah rasa pentol bakso kami.

So, kuturunkan resepnya disini, siapa tahu ada yang ngidam pentol bakso juga seperti aku ^__^

*Huehehehehe, descriptionku udah kaya journal aja ya!*

Ingredients:
300 gr daging sapi atau ayam cincang
3 sdm tepung kanji (tapioca flour)
3 buah bawang putih, dihaluskan / 2 sdt garlic powder
1 butir telur, putihnya saja
1 sdt baking powder supaya baksonya mengembang bagus
1 sdt garam halus
1 buah Maggi blok
Merica bubuk secukupnya
Pala bubuk secukupnya

Air secukupnya utk merebus si pentol ^_^

Directions:
Aduk semua bahan diatas dengan blender sampai tercampur
rata dan lembut. Ulangi berkali-kali sampai halus dan lembut.

Jika terlalu sulit diblend, beri sedikit air es.

Setelah halus dan merata, bentuk menjadi bulatan2 bakso
(aka. pentol) dengan menggunakan 2 buah sendok kecil.

*Kalau malas seperti saya, ada cara yang lebih praktis;
Taruh sekepalan adonan ditelapak tangan,
Genggam seperti mengepalkan tangan dan tekan supaya memadat,
Keluarkan adonan dari ujung kepalan (diantara ibu jari dan telunjuk),
Potong membulat dengan sendok kecil.
Hasilnya tidak sebulat bakso yang dibulatkan satu persatu-satu,
tapi proses pembulatan pentol jauuuuh lebih cepat ^__^ *

Sambil membuat bulatan-bulatan, didihkan air secukupnya.

Masukkan bulatan-bulatan bakso tersebut ke dalam air mendidih

Tunggu hingga mengapung beberapa saat

Dinginkan dan siap ditambahkan pada berbagai menu masakan

Atau simpan saja dalam freezer sebagai persediaan ^__^


Tags: ayam, sapi, food
Prev: Sup Bakso Sayur
Next: Gangan Asam Banjar



Membuat bakso Sendiri
Pernah lihat liputan TRANS TV soal bakso tikus?? Belum lagi bakso yg mengandung boraks. Ilfil sama yg namanya bakso? Jangan dulu...ini ada tips dan resep membuat bakso sendiri, so kita masih tetep bisa menikmati bakso lebih lezat, lebih sehat, lebih aman. Thanks to Yanti Indrananda yg sdh mempublish artikel ini di milis NCC.
BAHAN UTAMA
Daging Sapi
Pilih daging sapi yang mas ih segar, bahkan yang mas ih berdarah. Daging sapi yang bebas urat dan sedikit lemak seperti daging lemusir dan gandik akan menghasilkan bakso yang terbaik mutunya. Bisa juga dipakai daging penutup, paha depan, atau daging iga. Untuk bakso urat, pilih daging sengkel. Makin segar makin baik, karena daging sapi yang segar akan meghasilkan bakso yang kualitasnya terjamin
Ikan
Pilih jenis ikan yang berdaging putih seperti tenggiri, kakap, kerapu, belida, atau ikan gabus. Selain hasilnya tampak bersih (tidak gelap), tekstur baksonya pun lebih kenyal. Sebab ikan berdaging putih umumnya memiliki kandungan protein aktin dan myosin cukup tinggi yang membuat daging ikan lebih padat, kompak dan mudah dibentuk (tidak buyar). Bakso ikan yang bermutu baik berwarna putih, mengkilap dengan tekstur kenyal, halus dan tidak berserat.
Udang
Pilih udang yang segar, buang sungutnya yang panjang, kepala dan kulitnya, Re mas -re mas udang secara hati-hati dengan garam, lalu cuci bersih, baru cincang halus.
Ayam
Daging ayam tidak sekenyal daging sapi, tetapi kini banyak yang memanfaatkannya untuk bakso. Yang digunakan adalah daging ayam tanpa tulang. Pilih ayam yang sehat, segar dan tidak terlalu tua.

________________________________________
TEKNIK MEMBUAT BAKSO

Membuat Adonan
Untuk membuat adonan bakso, potong-potong kecil daging, kemudian cincang halus dengan menggunakan pisau tajam atau food processor atau blender. Setelah itu, haluskan daging, uleni dengan es batu atau air es (10-15% berat daging) dan garam (dan bumbu lain) sampai menjadi adonan yang kalis dan plastis sehingga mudah dibentuk. Sedikit-sedikit tambahkan tepung kanji agar adonan lebih mengikat. Penambahan tepung kanji cukup 15-20% dari berat daging, agar cita rasa daging tetap menonjol. Anda bias berkreasi dengan mencampur atau menambahkan bahan lain ke dalam adonan bakso untuk mendapatkan tekstur atau cita rasa yang lain. Misalnya, campur daging ayam dengan udang atau jamur cincang. Bahan lain yang bias dipadu dengan daging, antara lain putih telur, tepung panir, biscuit keju atau biscuit asin lainnya, soun, tahu, daun bawang, bawang Bombay, dll. Agar cita rasa bahan utama tetap menonjol, tambahkan bahan lain sedikit saja.
Membentuk Adonan
Setelah mendapatkan adonan yang dikehendaki, Anda bisa langsung membentuk bakso dengan menggunakan 2 sendok. Ambil adonan dengan sendok, lalu bentuk bulat dengan bantuan sendok satu lagi. Bagi mereka yang mahir bisa menggunakan tangan. Ambil segenggam adonan, re mas dan tekan kearah ibu jari. Adonan yang keluar dari antara ibu jari dan telunjuk akan membentuk bulatan. Agar adonan tidak lengket, oleskan sedikit minyak goreng pada telapak tangan Anda. Adonan yang sudah dibentuk sebaiknya langsung direbus atau mas ukkan ke dalam air mendidih hingga matang. Tandanya : bola-bola bakso akan mengapung di permukaan air. Perebusan bakso bias anya berlangsung 10-15 menit. Setelah diangkat, tiriskan, dinginkan pada suhu ruang.

________________________________________

MENYIMPAN BAKSO
Walaupun tanpa pengawet, bakso dapat bertahan kurang lebih 1 bulan. Bila ingin menyimpan bakso, perhatikan beberapa hal berikut :

• Jika disimpan dalam lemari es (chiller), sebaiknya taruh bakso dalam wadah tertutup atau kantong plastik. Bakso tahan disimpan 5 hari.

• Jika disimpan dalam freezer, taruh dalam kotak plastik atau kantong plastik tebal dan tutup rapat. Lebih baik lagi jika bakso ditaruh dalam wadah kedap udara, tahan disimpan selama 1 bulan atau lebih.

• Sebelum diolah menjadi hidangan, cuci lebih dulu bakso dalam air hangat.

RESEP (see to the next posting)
:: Seri Teknik Masak Primarasa

Bakso sapi manteepp...

Bakso sapi manteepp...

Posted by asri on Feb 11, '09 11:01 AM for everyone


Category:

Soups & Stews

Description:
Akhirnya ,berhasil juga bikin bakso yang tidak hanya bola -bola baksonya yang enak (nah ini harus berterima kasih buat teman-teman yang sudah berbagi resep),tetapi juga kuahnya mantap.
Beberapa kali aku bikin bakso, kuahnya kurang enak,rasanya kurang pas...agak hambar gitu ,jadi terus mencari sampai menemukan resep ini cocok banget kuahnya... walaupun agak memerlukan waktu lama untuk membikinnya...

Untuk resep bola-bola baksonya nyontek resepnya mbak Vitri ,sedangkan kuahnya dari Sedap Sekejap

Ingredients:
* Kaldu Bakso:
Tulang sapi
Bawang bombay 1 butir ,iris2
Seledri 1 batang ,potong2
Daun bawang 2 batang ,potong2
Merica 1 sdt (utuh)
Air 1000 ml (kalau kurang bisa ditambahin lagi)

* Kuah Bakso
Kaldu bakso 1000 ml
Minyak 3 sdm

Bumbu halus:
Bawang putih 2 siung
Garam 3 sdt
Merica 1/4 sdt

* Pelengkap:
Bawang goreng
Daun seledri ,iris halus
Daun bawang
Tahu
Pangsit Goreng
Suun
Bok Coy

Butiran baksonya:
Daging Sapi Giling 250 gr
Putih Telur 1 butir
Bawang putih goreng 2 sdm (beli yang udah jadi)
Bawang merah goreng 1 1/2 sdm (beli yang udah jadi juga)
Bawang bombay cincang halus 2 sdm(aku tambahin sendiri)
Garam 1,5 sdt
Merica 1/2 sdt
Gula Pasir 1 sdt
Tepung Tapioka 50 gr
Baking Powder 1 sdt


Directions:
Untuk membikin kaldu bakso semua bahan direbus bersama tulang sapi ,(kalau aku pakai slow cooker semalam),saring dan sisihkan.

Untuk kuah baksonya:
Didihkan kaldu,sementara tumis bumbu halus hingga harum
Masukkan ke dalam kaldu

Untuk butiran baksonya:
Rebus air di panci sampai mendidih.
Masukkan semua bahan di FP ,sampai tercampur semua.(karena FP kecil sampai berkali kali deh hehe...)
Kemudian bulatkan adonan dng tangan dan sendok bulatan bakso
Masukkan ke air mendidih dan rebus sampai mengapung kemudian tiriskan.

Siap dihidangkan dengan pelengkapnya,karena kali ini seledri sama daun bawang yang tadinya aku maksudkan untuk pelengkap sekalian aku masukkan ke kuah bakso,jadi nggak kelihatan di fotonya hehe...


MEMBUAT BAKSO SENDIRI

(Seri Teknik Masak Primarasa)

BAHAN UTAMA
Daging sapi
Pilih daging sapi yang masih segar, bahkan yang masih berdarah. Daging sapi yang bebas urat dan sedikit lemak seperti daging lemusir dan gandik akan menghasilkan bakso yang terbaik mutunya. Bisa juga dipakai daging penutup, paha depan, atau daging iga. Untuk bakso urat, pilih daging sengkel. Makin segar makin baik, karena daging sapi yang segar akan meghasilkan bakso yang kualitasnya terjamin

Ikan
Pilih jenis ikan yang berdaging putih seperti tenggiri, kakap, kerapu, belida, atau ikan gabus. Selain hasilnya tampak bersih (tidak gelap), tekstur baksonya pun lebih kenyal. Sebab ikan berdaging putih umumnya memiliki kandungan protein aktin dan myosin cukup tinggi yang membuat daging ikan lebih padat, kompak dan mudah dibentuk (tidak buyar). Bakso ikan yang bermutu baik berwarna putih, mengkilap dengan tekstur kenyal, halus dan tidak berserat

Udang
Pilih udang yang segar, buang sungutnya yang panjang, kepala dan kulitnya, Remas-remas udang secara hati-hati dengan garam, lalu cuci bersih, baru cincang halus

Ayam
Daging ayam tidak sekenyal daging sapi, tetapi kini banyak yang memanfaatkannya untuk bakso. Yang digunakan adalah daging ayam tanpa tulang. Pilih ayam yang sehat, segar dan tidak terlalu tua

TEKNIK MEMBUAT BAKSO
Membuat adonan
Untuk membuat adonan bakso, potong-potong kecil daging, kemudian cincang halus dengan menggunakan pisau tajam atau food processor atau blender. Setelah itu, haluskan daging, uleni dengan es batu atau air es (10-15% berat daging) dan garam (dan bumbu lain) sampai menjadi adonan yang kalis dan plastis sehingga mudah dibentuk. Sedikit-sedikit tambahkan tepung kanji agar adonan lebih mengikat. Penambahan tepung kanji cukup 15-20% dari berat daging, agar cita rasa daging tetap menonjol. Anda bias berkreasi dengan mencampur atau menambahkan bahan lain ke dalam adonan bakso untuk mendapatkan tekstur atau cita rasa yang lain. Misalnya, campur daging ayam dengan udang atau jamur cincang. Bahan lain yang bias dipadu dengan daging, antara lain putih telur, tepung panir, biscuit keju atau biscuit asin lainnya, soun, tahu, daun bawang, bawang Bombay, dll. Agar cita rasa bahan utama tetap menonjol, tambahkan bahan lain sedikit saja.

Membentuk adonan
Setelah mendapatkan adonan yang dikehendaki, Anda bisa langsung membentuk bakso dengan menggunakan 2 sendok. Ambil adonan dengan sendok, lalu bentuk bulat dengan bantuan sendok satu lagi. Bagi mereka yang mahir bisa menggunakan tangan. Ambil segenggam adonan, remas dan tekan kearah ibu jari. Adonan yang keluar dari antara ibu jari dan telunjuk akan membentuk bulatan. Agar adonan tidak lengket, oleskan sedikit minyak goreng pada telapak tangan Anda. Adonan yang sudah dibentuk sebaiknya langsung direbus atau masukkan ke dalam air mendidih hingga matang. Tandanya : bola-bola bakso akan mengapung di permukaan air. Perebusan bakso biasanya berlangsung 10-15 menit. Setelah diangkat, tiriskan, dinginkan pada suhu ruang

MENYIMPAN BAKSO
Walaupun tanpa pengawet, bakso dapat bertahan kurang lebih 1 bulan. Bila ingin menyimpan bakso, perhatikan beberapa hal berikut :
Jika disimpan dalam lemari es (chiller), sebaiknya taruh bakso dalam wadah tertutup atau kantong plastik. Bakso tahan disimpan 5 hari.
Jika disimpan dalam freezer, taruh dalam kotak plastik atau kantong plastik tebal dan tutup rapat. Lebih baik lagi jika bakso ditaruh dalam wadah kedap udara, tahan disimpan selama 1 bulan atau lebih.
Sebelum diolah menjadi hidangan, cuci lebih dulu bakso dalam air hangat.

RESEP DASAR BAKSO SAPI
Bahan :
300 gr daging sapi segar, sdt garam, 2 siung bawang putih, cincang halus, sdt merica bubuk, 1-2 sdm tepung kanji, 1 putih telur

1. Cincang atau giling daging sampai halus, campur bersama garam, aduk
2. Uleni sampai adonan lembut dan bisa dipulung (kurleb 30 menit). Lalu masukkan bawang putih dan merica
3. Setelah adonan rata, masukkan tepung dan putih telur, aduk sampai tercampur
4. Bentuk adonan menjadi bulatan menggunakan 2 sendok. Rebus dalam air mendidih hingga bakso mengapung, angkat, tiriskan

RESEP DASAR BAKSO URAT
Bahan :
300 gr daging sengkel, 1 siung bawang putih, cincang halus, 1 sdt garam, sdt merica bubuk, 2 sdm tepung kanji, 2 putih telur

1. Haluskan sengkel dengan cara dicincang halus atau digiling
2. Tambahkan bawang putih, garam dan merica. Aduk rata, masukkan tepung kanji, aduk rata, uleni sambil masukkan putih telur hingga adonan kalis (kurleb 30 menit)
3. Bentuk adonan menggunakan 2 sendok menjadi bola-bola bakso. Rebus dalam air mendidih hingga bola-bola bakso mengapung, angkat, tiriskan

RESEP DASAR BAKSO IKAN
Bahan :
300 gr daging ikan tenggiri (fillet); 1 siung bawang putih, potong tipis, goreng garing, remas; sdt garam; sdt merica bubuk; 4 sdm tepung kanji

1. Cincang atau blender daging ikan
2. Tambahkan bawang putih, garam dan merica, remas-remas sampai tercampur rata. Masukkan tepung kanji, aduk atau uleni sampai tercampur rata
3. Bentuk adonan menjadi bulatan dengan menggunakan 2 sendok. Rebus dalam air mendidih sampai bakso mengapung, angkat, tiriskan

RESEP DASAR BAKSO UDANG
Bahan :
300 gr udang kupas; 1 siung bawang putih, potong tipis, goreng kering, remas; sdt garam; sdt merica bubuk; 1 sdm tepung kanji

1. Haluskan udang dengan cara diulek/dicincang halus/dipukul-pukul dengan pemukul daging
2. Uleni dan banting-banting hingga menjadi adonan yang bisa dipulung. Tambahkan bawang putih, garam, merica dan tepung kaji, remas-remas hingga rata
3. Bentuk adonan menjadi bulatan dengan 2 sendok. Rebus dalam air mendidih sampai bakso mengapung, angkat, tiriskan.




Batagor

href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml">

Bahan :
250 gr ikan tenggiri, haluskan
250 ml air es
250 gr tepung kanji
2 batang daun bawang, iris tipis
2 batang seledri, iris tipis
3 siung bawang putih, cincang halus
½ - 1 sdt garam
½ sdt merica bubuk
6 buah tahu putih, ukuran 4 x 4 x 2 cm
8 lembar kulit pangsit
minyak untuk menggoreng

Pelengkap :
kecap manis
saus cabai
jeruk limau
saus kacang

Cara membuat:
1. Campur ikan dan air es, uleni sampai adonan tercampur rata. Tambahkan tepung kanji, daun bawang, seledri, bawang putih, merica dan garam, aduk rata. Bagi adonan menjadi 3 bagian masing-masing utk isi tahu, isi pangsit dan satu bagian untuk bakso.
2. Potong diagonal masing-masing tahu menjadi 2 bagian (bentuk segitiga). Lubangi potongan tahu ditengahnya, sisihkan remah-remahnya. Campurkan adonan untuk isi tahu dengan remah-remah tahu, lalu isikan adonan tersebut ke dalam tahu. Lakukan hingga semua tahu terisi, sisihkan. Ambil selembar kulit pangsit isi dengan adonan ikan, satukan ujung-ujungnya ke atas, hingga sisi-sisinya saling merekat. Lakukan hingga kulit pangsit habis, sisihkan.
3. Panaskan minyak goreng yang banyak dalam wajan, goreng tahu isi dan pangsit hingga kuning kecoklatan, angkat, tiriskan, sisihkan.
4. Ambilkan sisa adonan ikan, bentuk dengan bantuan 2 sendok, langsung masukkan ke dalam minyak panas. Goreng hingga kuning kecoklatan, angkat, tiriskan, sisihkan.
5. Taruh tahu isi, pangsit dan bakso goreng di atas piring saji, biarkan utuh atau potong-potong, tuang saus kacang di atasnya. Hidangkan dengan saus cabai dan kecap manis, lalu beri perasan air jeruk limau




selamat mencoba.....